Senin, 13 Februari 2012

Kinerja, Kepemimpinan, Wirausaha

Jakarta, Jum’at (28/10/11) bertempat di Klase Hotel Morrissey kami Wirausaha Muda Terbaik Kemenpora 2011 berkempatan mendapatkan coaching dari fasilitator Teguh Purwadi. Pada kesempatan ini fasilitator memberikan materi mengenai meningkatkan kinerja dan kepemimpinan wirausaha.
Dalam pengantarnya Teguh Purwadi menjelaskan bahwa pengalaman adalah pembelajaran yang sangat baik. Ketika kita akan mendorong roda janganlah dari awal karena akan membutuhkan waktu dan energi yang banyak, jangan takut untuk meniru maka dengan melihat, membuat kita akan mendapatnya.
Entrepreneur harus merubah paradigma bahwa sukses masa lalu tidak menjamin kesuksesan masa kini dan kesuksesan masa kini tidak menjamin kesuksesan masa depan. Perlu dipahami bahwa kekuatan pikiran sangat berperan terhadap perilaku kita sehingga perlu dirubah paradigma terhadap sesuatu yang sudah lama terhadap suatu kebenaran karena subyektif.
Dasar pemikiran perusahaan pada dasarnya terdiri dari tiga tujuan utama yaitu omzet penjualan, keuntungan dan pertumbuhan. Bagi perusahaan, ketiga tujuan utama tersebut dapat tercapai setidaknya melalui lima pilar yaitu kualitas, harga, delivery, keamanan dan pelayanan. Dari semua pilar tersebut guna tercapainya tiga tujuan utama perusahaan sangat tergantung dari sumber daya manusia.     
Kualitas produk atau jasa disesuaikan dengan target pasar sehingga dapat terjangkau untuk diserap konsumen karena kualitas produk atau jasa yang sangat baik belum tentu dapat diterima pasar. Harga produk dan jasa juga harus kompetitif sehingga konsumen dapat menentukan sendiri pilihannya sesuai kemampuan untuk membeli. Delivery guna lebih memudahkan konsumen untuk memperoleh produk dan jasa yang kita jual. Keamanan menjadi penting guna menjamin konsumen dari produk yang kita jual seperti produk pangan, jasa maupun software. Pelayanan perlu diperhatikan guna ketepatan dalam melayani pesanan konsumen. Dalam mencapai total quality management maka menganalisa kelebihan dan kekurangan sumber daya mana menjadi penting dan diupayakan menjadi sumber daya manusia yang seperti gergaji yang semakin digunakan maka akan semakin terasah.
Peranan supervisor dalam organisasi penjualan dimana perusahaan, khususnya organisasi penjualan setidaknya memiliki tiga tujuan utama, yaitu: 1) omzet penjualan, 2) keuntungan dan 3) pertumbuhan. Bagi organisasi penjualan, ketiga tujuan utama tersebut hanya bisa tercapai setidaknya melalui tiga pilar penting penjualan, yaitu: 1) coverage, 2) distribution dan 3) merchandising. Ketiga pilar penjualan dapat berjalan sesuai tujuan organisasi sangat tergantung dari sumber daya manusianya.
Coverage merapakan jumlah outlet dalam suatu wilayah penjualan yang dikunjungi secara tetap dan teratur. Tujuan coverage diantaranya: 1) memastikan availability dan visibility produk kita sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk kita, 2) meningkatkan layanan ke outlet dalam hal supply dan support, serta 3) mempersempit ruang gerak pesaing.

Parameter coverage
  • Outlet UNIVERSE didefinisikan  sebagai jumlah outlet yang menjual produk-produk konsumen di wilayah tertentu (100%).
  • Outlet YANG TEPAT didefinisikan sebagai jumlah outlet yang menjual produk-produk yang sekategori dengan produk kita (80%).
  • Outlet YANG LAYAK didefinisikan sebagai jumlah outlet yang tepat, yang layak dikunjungi salesforce multistrada (70%).
  • Outlet TERDAFTAR didefinisikan sebagai jumlah outlet yang terdaftar di dalam sistem (65%).
  • Outlet AKTIF didefinisikan sebagai jumlah outlet yang melakukan transaksi minimal ….….. kali dalam satu bulan (60%).
Distribution merupakan tersedianyan produk di outlet. Ada tiga jenis distribution, yaitu: 1) numeric distribution adalah adanya produk kita di sembarang outlet, 2) weighted distribution adalah adanya produk kita di outlet yang tepat dan 3) vertical distribution adalah sedikit/banyak atau tinggi/rendahnya ketersediaan produk kita di outlet.
Merchandising merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan di dalam dan di sekitar outlet untuk mendorong dan mempercepat produk sampai ke tangan konsumen.

Parameter merchandising
  • Lokasi didefinisikan sebagai penempatan produk di kelompok kategori yang sesuai
  • Layout didefinisikan sebagai penempatan produk di rak took di tempat yang mecolok “eye catching
  • Facing didefinisikan sebagai penempatan produk dengan MERK yang menghadap ke arah konsumen
  • Space didefinisikan sebagai besarnya ruangan pajangan produk kita dibandingkan dengan produk lain
  • Signage didefinisikan sebagai jenis dan jumlah signage dibandingkan dengan produk lain
Tantangan kepemimpinan kewirausahaan adalan terus meningkatkan penjualan, keuntungan dan pertumbuhan usaha dengan memastikan bahwa coverage, distribution dan merchandising di wilayah usahanya selalu meningkat dari waktu ke waktu dengan memberdayakan seluruh kemampuan terbaik sumber daya manusiannya.

KEPEMIMPINAN
Orang adalah pondasi kinerja anda. Karena kinerja anda adalah akumulasi kinerja orang-orang yang anda pimpin. Semakin meningkatkan prestasi orang yang anda pimpin, otomatis meningkat juga prestasi kerja anda.
Goal dan action plan yang telah anda buat untuk memberikan hasil kinerja terbaik, kalau anda dapat membangun suasana kerja dan hubungan kerja yang mendorong dan meningkatkan anak buah anda mendayagunakan kemampuan terbaiknya, sehingga anak buah anda bekerja dengan penuh semangat, penuh inisiatif, bertanggung jawab dan menghasilkan kinerja terbaiknya.
Cara anda memimpin anak buah anda akan sangat menentukan kinerja anak buah anda. Cara anda memimpin anak buah anda akan sangat menentukan efektivitas kepemimpinan anda dan menentukan hasil kerja anak buah anda. Cara anda memimpin anak buah anda inilah yang disebut sebagai gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan merupakan sikap/cara menggerakan/mengatur orang lain untuk mencapai suatu sasaran atau melakukan suatu.
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi gaya kepemimpinan seseorang. Perilaku mengatur, yaitu: 1) perhatian besar terhadap tugas, 2) komunikasi satu arah, 3) perintah terperinci, dan 4) memutuskan sendiri. Perilaku mendukung, yaitu: 1) perhatian besar terhadap aspek manusia, 2) komunikasi dua arah, 3) memperhatikan potensi bawahan dan 4) mengambil keputusan bersama, apabila tidak sesuai maka akan disesuaikan dan diambil keputusan bersama.

Gaya Kepemimpinan
Karakteristik gaya kepemimpinan terdiri dari gaya kepemimpinan instruktif, gaya kepemimpinan persuasif, gaya kepemimpinan partisifasif dan gaya kepemimpinan delegasi.
  • Gaya kepemimpinan instruktif (S1) yaitu berkomunikasi satu arah, intruksi terinci, penekanan pada penyelesaian tugas, inisiatif pemimpin dominan dan keterlibatan besar.
  • Gaya kepemimpinan instruktif (S2) yaitu menjual ide pada bawahan, komunikasi dua arah sehingga terjadi dialog untuk menyakinkan bawahan, inisiatif tetap pada atasan tetapi bawahan ikut dilibatkan, pemimpin mengarahkan atau menyetir, ide dari bawahan belum tenti dipakai dan pemimpin lebih banyak memberikan bantuan.
  • Gaya kepemimpinan partisipatif (S3) yaitu komunikasi dua arah, keputusan bersama, pemimpin lebih merupakan fasilitator dan mengambil inisiatif, ketelibatan pemimpin minimal, ada toleransi dan ide bawahan dipakai.
  • Gaya kepemimpinan delegasi (S4) yaitu pemimpinan hanya menentukan sasaran atau target dan pelakasanaan sepenuhnya diserahakak pada bawahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Semangat berkomentar!